iklan

HELLO..

HELLO.....WELCOME TO THE SECRET OF MATHEMATICS ...BLOG PEMBELAJARAN MATEMATIKA INI DIPERSEMBAHKAN BAGI ANDA YANG INGIN SUKSES ....SALAM SUKSES ...SUKSES ANDA SUKSES KITA SEMUA......CERDAS KREATIF DAN INOVATIF MODAL KESUKSESAN KITA

Mar 29, 2011

MENGENAL MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH (MENCARI PASANGAN)


Model pembelajaran Make A Match adalah model pembelajaran kooperatif yang membagi siswa dalam kelompok-kelompok kooperatif (cooperative group), selanjutnya setiap anggota kelompok membuat soal/pertanyaan dan jawaban pada kertas yang berbeda.  Agar soal dan jawaban antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain tidak sama (bahasa Jawanya jumbuh, red) maka materi pelajaran antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain harus berbeda. Tidak boleh sama. Menurut Lorna Corran, 1994: model pembelajaran kooperatif Make A Match memiliki langkah-langkah sebagai berikut:
1.  Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review,  sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban.
2.  Setiap siswa mendapat satu buah kartu
3.  Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang.


4.  Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal/jawabannya)
5.  Setiap siswa yang dapat mencocokan kartu sebelum batas waktu diberi point.
6.  Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya.
7.  Demikian selanjutnya
8.  Kesimpulan/penutup.

Bagaimana Pembelajaran Matematika Dengan Kuis Make a Match?

1.  Pada pertemuan sebelumnya guru sudah memberitahukan pelaksanaan Kuis Make A Match pada siswa untuk pertemuan yang akan datang serta materinya.  Guru sudah membentuk kelompok-kelompok dengan materi yang berbeda-beda.  Setiap anggota kelompok harus membuat pasangan soal dan jawaban.
2.  Saat pembelajaran, setelah siswa berbaris, diabsen dan pemanasan (dengan senam atau lari) guru menjelaskan secara garis besar materi pelajaran dari KD yang akan dipelajari serta peraturan pelaksanaan kuis Make A Match.
3.  Guru menyiapkan empat kotak atau kerdus, dua untuk tempat soal dan yang dua lagi untuk tempat jawaban.  Dua kotak yang masing-masing berisi soal dan jawabannya diletakkan agak berjauhan dengan dua kotak yang lainnya yang isinya juga soal dan jawabannya.  Disiapkan lagi dua kotak untuk tempat hasil pemasangan soal dan jawaban dari peserta.  Lalu juga disiapkan papan skor/hasil.
4.  Dilakukan pengundian untuk menentukan kelompok-kelompok yang akan saling berhadapan.  Kemudian dibuat bagan pertandingan mulai dari babak penyisihan sampai babak final.  Memasukan pasangan soal dan jawaban yang telah dibuat ke dalam empat kotak yang telah disediakan.
5.  Sesuai undian maka 2 kelompok akan saling berhadapan dalam game/kuis Make A Match. Dua orang dari masing-masing kelompok akan adu cepat dan ketepatan memasangkan soal dan jawaban dalam waktu yang telah ditentukan.  Apabila waktu memungkinkan setiap kelompok bisa diwakili lebih dari satu pasang. 
6.  Setelah aba-aba dibunyikan, maka pasangan dari dua kelompok ini berlomba adu cepat memasangkan soal dan jawaban dari 2 kotak yang telah disediakan.  Pasangan soal dan jawaban yang telah ditemukan dimasukan ke dalam kotak lain yang telah disediakan.  Biar seru dan semangat maka anggota kelompok dan yang lain harus terus memberikan dukungan, semangat kepada 2 pasang yang sedang bertanding
7.  Bila waktu yang ditentukan telah habis,  peserta berhenti.  Pasangan soal dan jawaban yang ada di kotak dicocokan (betul apa salah) dan dihitung berapa pasangan soal dan jawaban yang berhasil dikumpulkan.  Pasangan soal dan jawaban yang cocok dan betul dihitung dituliskan pada papan skor/hasil.  Pemenangnya dituliskan pada bagan pertandingan.
8.  Pertandingan dilanjutkan dengan wakil dua kelompok berikutnya untuk      saling berhadapan.  Agar beda maka pasangan soal dan jawaban yang ada dalam kotak diganti dengan yang baru. Hasilnya ditulis pada papan skor/hasil dan pemenangnya dituliskan pada bagan pertandingan.  Kalau waktunya cukup pertandingan bisa dilaksanakan hingga babak final sehingga tahu kelompok mana juaranya.  Namun bila tidak cukup pertandingan bisa dilanjutkan pada pertemuan berikutnya.
  
Selamat mencoba!
Sumber : dari berbagai sumber di internet

1 comment:

  1. Membuat pembelajaran lebih asyik dan tidak membosankan

    Salam ukhuwah

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan pesan disini, tapi hindari spam ya...
Pastikan URL Anda tidak broken sebab penulis akan selalu mengunjungi Anda.
Terima kasih atas saran dan kritik Anda

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...