KETIK DISINI UNTUK MENCARI

20 Mei 2011

KESALAHAN TEKNIS UJIAN NASIONAL TAK BOLEH RUGIKAN SISWA


Jakarta ---- Setiap tahun, saat pengumuman hasil ujian nasional, sering terdapat kejangggalan-kejanggalan pada nilai UN yang diterima siswa. Ada yang nilainya sangat rendah, jauh berbeda dengan nilai ujian sekolah, bahkan ada juga yang mendapat nilai nol.
Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, kemungkinan adanya kesalahan teknis bisa terjadi. "Bisa saja dalam prosesnya itu ada yang terselip. Maka langkah pertama yang harus dilakukan itu adalah verifikasi," ujarnya awal pekan ini di Serang, Banten.


Menurut Menteri Nuh, verifikasi awal bisa dilakukan dengan melihat berkas acara, di sekolah mana siswa yang memiliki kejanggalan dalam nilai UN tersebut ujian. "Begitu ada datanya, dicek lagi. Prinsip dasarnya kita tidak boleh merugikan siswa," tuturnya.

Selanjutnya, verifikasi dilakukan berjenjang, mulai dari sekolah, kemudian dinas pendidikan di tingkat kabupaten/kota, dinas pendidikan tingkat propinsi, hingga ke pusat, yaitu Kementerian Pendidikan Nasional.

Kejanggalan nilai UN yang diterima siswa bisa terjadi karena dua hal. Pertama, adanya kelalaian di masing-masing jenjang, atau terselipnya berkas siswa di salah satu jenjang itu. Kedua, adanya kesalahan menghitamkan lembar jawaban komputer, sehingga tidak terbaca. "Semua kemungkinan bisa terjadi," kata Menteri Nuh.

Ia menegaskan, segala kemungkinan kesalahan yang terjadi, tidak boleh merugikan siswa peserta UN. Karena itu, harus dilakukan verifikasi secara terbuka. "Kalau ada yang komplain atau keberatan, bisa terbuka melakukan verifikasi, dengan membawa bukti berupa dokumen-dokumen".

Mendiknas mengatakan, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdiknas harus membuka posko untuk menerima laporan dari sekolah terhadap kejanggalan hasil UN yang diterima siswanya. "Yang paling tahu kan sekolah. Jadi dikumpulkan ke sekolah. Sekolah yang harus menyampaikan ke dinas pendidikan di kabupaten/kota. Kemdiknas terakhir. Karena itu nanti dicek. Sekali lagi, prinsip dasarnya tidak boleh merugikan siswa," katanya.

Ia menambahkan, keputusan mengenai nilai UN siswa yang sudah diverifikasi tetap di tangan pusat (Kemdiknas). Hal itu akan diputuskan berdasarkan bukti-bukti berupa dokumen-dokumen yang telah diverifikasi di tiap jenjang sebelum sampai ke pusat.

Diharapkan, proses verifikasi ini tidak akan memakan waktu lama. Dan, akan dilakukan hingga semua laporan dari sekolah selesai diverifikasi sebelum SNMPTN berlangsung. "Itu kan orang komplain kira-kira ada kaitannya dengan pendaftaran dalam perguruan tinggi SNMPTN tanggal 25. Mudah-mudahan dalam pekan ini sudah bisa terdeteksi dalam dua atau tiga hari."

Mengenai hasil UN, Kemdiknas akan menggelar jumpa pers untuk mengumumkannya pada hari ini (20/5). Dalam jumpa pers itu nantinya akan diumumkan bagaimana prestasi UN di 100 kabupaten/kota dibandingkan dengan tahun lalu. Analisis mendalam mengenai UN 2011 juga dilakukan untuk mengetahui kompetensi apa yang dikuasai siswa, dan yang kurang atau tidak dikuasai.

Menteri Nuh mengatakan, selain untuk menentukan kelulusan, UN juga dilakukan untuk melakukan pemetaan. "Pemetaan itu dilakukan untuk apa? Untuk perbaikan. Termasuk liat sekolah yang siswanya nggak lulus semua itu. Akan kita lakukan analisis mendalam. Apa penyakit yang ada di situ, terus kita tentukan terapinya seperti apa,"  ucapnya. Pemetaan terhadap UN itu dilakukan untuk perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia. (lian)

Sumber : Kemendiknas

1 komentar:

Silahkan tinggalkan pesan disini, tapi hindari spam ya...
Pastikan URL Anda tidak broken sebab penulis akan selalu mengunjungi Anda.
Terima kasih atas saran dan kritik Anda

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...