KETIK DISINI UNTUK MENCARI

6 Okt 2011

PEMERINTAH MINTA MASYARAKAT AWASI REHABILITASI SEKOLAH


Bogor -- Rehabilitasi ribuan ruang kelas yang dilakukan pemerintah sangat memerlukan dukungan masyarakat.
“Dukungan tersebut berupa pengawasan agar pelaksanaannya tepat sasaran, dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Menteri Pendidikan Nasional seusai meletakkan batu pertama gerakan nasional rehabilitasi SD-SMP, di SDN Babakan Madang 01, Sentul Jawa Barat, Senin (3/10).
Menteri Nuh menilai, urusan pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. “Memang fasilitas utama ruang kelas sudah disediakan, tapi kan masih ada fasilitas yang lain yang belum dilengkapi.”

Menteri Nuh menuturkan, siswa-siswa masih membutuhkan perpustakaan dan laboratorium untuk menunjang kegiatan belajar mereka. “BUMN bisa membuat perpustakaannya di sini, sehingga kita bersama-sama memiliki dan menjaga sekolah ini,” tuturnya.
Tahun ini, total anggaran untuk rehabilitasi sekolah mencapai Rp2,8 triliun. Sisanya,  dianggarkan dalam RAPBN 2012 sebanyak Rp18 triliun. Sebanyak Rp10 triliun di antarnya dianggarkan dari dana Kemdiknas, dan  Rp8 triliun melalui dana alokasi khusus (DAK) yang akan di transfer ke daerah. “Total keseluruhan anggaran (2011 dan 2012) adalah Rp20,8 triliun,” kata Menteri Nuh.
Rehabilitasi ribuan sekolah dan ruang kelas ini dibantu Tentara Nasional Indonesia (TNI). Bahkan ada sistem pengawasan khusus yang dilakukan pemerintah dan TNI. “Kami bekerja sama dengan TNI memiliki sistem informasi kurva S,” katanya.
Kurva S merupakan sistem pengawasan yang dilakukan secara berantai dari pusat ke daerah. Melalui kurva S ini, bisa diketahui seberapa jauh pembangunan dilaksanakan. Kurva S ini akan mengoordinasikan pusat ke provinsi, dan provinsi ke kabupaten/kota. “Kami bisa tahu posisinya di mana, berapa mobilisasi pasukan, dan material, tanpa harus terjun langsung ke lapangan” tutur Menteri Nuh.
Dari sisi anggaran, Anggota DPR RI Komisi X Jefri Riwu Kore menyampaikan, Dewan memiliki tanggung jawab untuk mengecek apakah dana yang dianggarkan untuk merehabilitasi ribuan ruang kelas ini tepat sasaran atau tidak. Ada kekhawatirannya adanya oknum-oknum yang dengan sengaja menggunakan anggaran yang ada untuk kepentingan pribadi.
Karena itu, Jefri menghimbau agar masyarakat ikut mengawasi pembangunan ruang kelas baru ini. “Masyarakat awasi aliran dana rehabilitasi sekolah ini, agar layanan terbaik bagi anak didik kita bisa terwujud maksimal,” katanya.(aline)

Sumber : Kemendiknas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan pesan disini, tapi hindari spam ya...
Pastikan URL Anda tidak broken sebab penulis akan selalu mengunjungi Anda.
Terima kasih atas saran dan kritik Anda

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...