KETIK DISINI UNTUK MENCARI

28 Sep 2012

Mendikbud Minta Masukan Atasi Tawuran Pelajar


Jakarta --- Terkait dengan tawuran pelajar yang minggu ini telah menewaskan dua pelajar di DKI Jakarta, Menteri Pendikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh meminta masukan semua pihak untuk mencari solusi terbaik agar

 kejadian ini tidak terulang lagi. "Seluruh opsi kita buka, dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama," ujar Mendikbud di hadapan wartawan, di kantor Kemdikbud Jakarta, Rabu sore (26/9). Mendikbud juga menegaskan bahwa diperlukan keterlibatan semua pihak seperti keluarga, masyarakat, dan kepolisian dalam pencegahan terjadinya tawuran tersebut.
Selain itu Mendikbud menyatakan bahwa Kemdikbud sekali lagi meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, orang tua murid, dan semua pihak atas terulangnya kejadian yang tidak diharapkan ini. 
Menteri Nuh juga meminta waktu untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik tawuran pelajar yang terjadi akhir-akhir ini, terutama di wilayah DKI Jakarta. "Apakah ini hanya fenomena anak muda yang ingin menunjukkan eksistensinya, atau ini lebih jauh ada gelaja socio-illness," ujar mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya ini. Selanjutnya Mendikbud menugaskan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Hamid Muhammad, dan dibantu Inspektur Jenderal Haryono Umar untuk mencari tahu kejadian sebenarnya secara utuh mengenai peristiwa tawuran pelajar yang terjadi minggu ini.
Mendikbud juga menjelaskan bahwa pendidikan karakter yang dimulai tahun 2010, akan lebih dikuatkan lagi ke depan, terutama dalam kurikulum baru yang saat ini sedang disusun. "Nampaknya apa yang kita lakukan dari tahun 2010 tersebut kalah cepat dengan dinamika sosial yang sekarang terjadi," ujarnya. Oleh karena itu karakter siswa ke depan harus lebih dikuatkan, kata Mendikbud menambahkan.
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sore itu bertemu dengan Mendikbud juga memberikan pendapat mengenai solusi penanganan tawuran pelajar yang marak terjadi akhir-akhir ini. "Penegakan disiplin siswa dan juga penegakan hukum secara tegas," ujar Ketua Dewan Masjid Indonesia tersebut. Lebih lanjut Jusuf Kalla juga menyoroti pentingnya peran guru dalam pembentukan kedisiplinan siswa. "Jadi guru menghukum murid dalam arti menerapkan disiplin, itu harus diterapkan," ujar Jusuf Kalla. (NW)
Sumber : Kemendiknas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan pesan disini, tapi hindari spam ya...
Pastikan URL Anda tidak broken sebab penulis akan selalu mengunjungi Anda.
Terima kasih atas saran dan kritik Anda

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...