iklan

HELLO..

HELLO.....WELCOME TO THE SECRET OF MATHEMATICS ...BLOG PEMBELAJARAN MATEMATIKA INI DIPERSEMBAHKAN BAGI ANDA YANG INGIN SUKSES ....SALAM SUKSES ...SUKSES ANDA SUKSES KITA SEMUA......CERDAS KREATIF DAN INOVATIF MODAL KESUKSESAN KITA

Oct 21, 2010

RELEVANSI TEORI PIAGET PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

TEORI PIAGET
Menurut Piaget, manusia tumbuh, beradaptasi, dan berubah melalui perkembangan fisik, perkembangan kepribadian, perkembangan sosio-emosional, dan perkembangan kognitif.Perkembangan kognitif sebagian besar bergantung kepada seberapa jauh anak memanipulasi dan aktif dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Ada tiga aspek perkembangan intelektual yaitu struktur, isi, dan fungsi.
Struktur merupakan organisasi tingkat tinggi yang terbentuk pada individu waktu ia berinteraksi dengan lingkungannya.
Isi merupakan pola perilaku khas anak yang tercermin pada responnya terhadap berbagai masalah dan situasi yang dihadapinya.
Fungsi adalah cara yang digunakan organisme untuk membuat kemajuan-kemajuan intelektual.

EMPAT TAHAP

 Dalam teorinya Piaget mengemukakan bahwa kemampuan kognitif manusia berkembang menurut empat tahap, dari lahir sampai dewasa.Dan kempat tahap itu berlaku untuk setiap orang, akan tetapi usia pada saat seseorang mulai memasuki sesuatu tahap tertentu tidak selalu sama untuk setiap orang.

Keempat tahap tersebut adalah:

1.Tahap sensori-motor (sensory –motor stage)
Tahap sensori motor berlangsung sejak manusia lahir sampai berusia 2 tahun.Pada tahap ini pemahaman anak mengenai berbagai hal terutama bergantung pada kegiatan (gerakan) tubuh beserta alat-alat indera.Sebagai contoh, pada tahap ini anak tahu bahwa didekatnya ada sesuatu barang mainan kalau ia menyentuh barang itu.Pada tahap ini, tanpa menggunakan kegiatan tubuh atau indera, anak belum bisa memahami sesuatu.

2.Tahap pre-operasional (pre-operational stage)
Tahap pre-operasional berlangsung kira-kira usia 2 tahun sampai 7 tahun.Pada tahap ini, anak sudah menggunakan pemikirannya dalam berbagai hal. Akan tetapi, pada tahap ini pemikiran si anak masih bersifat egosentris, artinya pemahamannya mengenai berbagai hal masih terpusat pada diri sendiri.Pada tahap ini anak berpikir bahwa orang-orang lain mempunyai pemikiran dan perasaan seperti yang ia alami.Dengan kata lain, pada tahap ini anak masih belum berpikir obyektif, lepas dari dirinya sendiri.
Dan pada tahap ini anak masih kesulitan dalam melakukan pembalikan pemikiran (reversing thought).Juga anak masih mengalami kesulitan dalam berpikir secara induktif (dari hal khusus ke hal khusus yang lain), sehingga cara berpikirnya belam tampak logis.

3.Tahap operasi konkret (concrete-operational stage)
Tahap ini berlangsung kira-kira dari usia 7 tahun sampai 12 tahun.Pada tahap ini tingkat egosentris anak mulai berkurang, dalam arti bahwa anak sudah dapat memahami bahwa orang lain mungkin memiliki pikiran atau perasaan yang berbeda dari dirinya.Dengan kata lain anak sudah sudah bisa berpikir logis tentang berbagai hal, termasuk hal yang agak rumit, tetapi dengan syarat bahwa hal-hal tersebut disajikan secara konkrit ( disajikan dalam wujud yang bisa ditangkap dengan panca indera).Tanpa adanya benda-benda konkret , anak akan mengalami kesulitan dalam memahami banyak hal dan dalam berpikir logis.Sehingga, untuk anak pada tahap ini, pengajaran lebih ditekankan pada hal-hal yang bersifat verbal.

4.Tahap operasi formal (formal-operational srage)
Tahap ini berlangsung kira-kira sejak usia 12 tahun ke atas.pada tahap ini anak atau orang sudah mampu berpikir secara logis tanpa kehadiran benda-benda konkret, dengan kata lain anak sudah mampu melakukan abstraksi.Akan tetapi , perkembangan dari tahap operasi konkret ke tahap ini tidak terjadi secara mendadak, ataypun berlangsung sempurna.Tetapi terjadi secara gradual.Sehingga bisa terjadi pada tahun-tahun pertama ketika si anak berada pada tahap ini.Kemampuan anak dalam berpikir secara abstrak masih belum berkembang sepenuhnya, sehingga dalam berbagai hal, si anak mungkin masih memerlukan bantuan alat peraga.

Lalu bagaimana relevansi teori peaget ini terhadap pembelajaran matematika ?
Tentang hali ini akan kita bahas di postingan teori Piaget ( II )

Semoga tulisan ini bermanfaat, paling tidak menjadi referensi para guru, orang tua, maupun pemerhati pendidkan.

Selamat belajar semoga sukses ..sukses anda sukses kita semua.

Sumber : materi pelatihan terintegrasi, bidang studi matematika, depdiknas, dirjen psm, direktorat pendidkan lanjutan pertama

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pesan disini, tapi hindari spam ya...
Pastikan URL Anda tidak broken sebab penulis akan selalu mengunjungi Anda.
Terima kasih atas saran dan kritik Anda

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...