KETIK DISINI UNTUK MENCARI

3 Apr 2011

TUMBUHKAN MOTIVASI...DEMI MERAIH KESUKSESAN


Banyak faktor yang menentukan keberhasilan pembelajaran, antara lain faktor guru, siswa, sarana dan prasarana serta lingkungan. Dari beberapa faktor tersebut yang paling dominan adalah faktor siswa. Dari faktor siswa itu sendiri terdapat beberapa komponen yang menentukan keberhasilan belajarnya dan salah satu komponen yang sangat penting adalah motivasi belajar.

Motivasi belajar adalah kondisi psikis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, yang berarti pula mendorong seseorang untuk belajar. Motivasi juga berarti keseluruhan prestasi atau daya penggerak dalam diri individu yang menimbulkan kegiatan belajar dan menjamin kelangsungan belajar (Winkel, 1984: 45).
Lalu apakah motivasi itu?
Motivasi adalah besarnya dorongan yang ditimbulkan adanya suatu sikap positif dari diri siswa; dalam hal ini adalah kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Belajar adalah proses perubahan kegiatan, reaksi terhadap lingkungan dan perubahan tersebut tidak dapat disebut belajar bila disebabkan oleh pertumbuhan atau keadaan sementara seseorang seperti kelelahan (Pasaribu, 1983 : 59).
Motivasi belajar merupakan dorongan yang ditimbulkan oleh siswa untuk melakukan usaha dalam rangka mencapai sesuatu yang diinginkan, indikasi motivasi belajar antara lain terlihat pada keaktifan dan partisipasi siswa di dalam kelas, Motivasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi instrinsik adalah motivasi yang berasal dari diri individu itu sendiri, sedangkan motivasi ekstrinsik disebabkan oleh faktor-faktor dari luar individu.

Dalam proses pembelajaran motivasi belajar instrinsik siswa lebih efektif dari pada motivasi belajar ekstrinsik karena kepuasan yang diperoleh individu sesuai dengan porsi (ukuran) dalam diri siswa itu sendiri. Terdapat beberapa strategi untuk membangun motivasi belajar instrinsik, antara lain :
-Mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa
-Memberi kebebasan siswa memperluas materi bahasan sebatas yang pokok.
-Memberi kesempatan (waktu) yang cukup bagi siswa untuk mengerjakan tugas dengan   memanfaatkan fasilitas sekolah.
-Memberi kesempatan siswa untuk menjelaskan hasil kerjanya.
-Memberi penghargaan kepada siswa atas hasil kerjanya

Pada dasarnya motivasi belajar ekstrinsik merupakan suatu paksaan dari luar individu untuk melakukan tindakan belajar. Karena pertimbangan-pertimbangan tertentu, siswa melaksanakan belajar. Tidak tertutup kemungkinan motivasi ekstrinsik belajar berubah menjadi motivasi instrinsik, hal ini antara lain disebabkan adanya kesadaran dalam diri individu siswa atas manfaat belajar atau karena materi yang semula kurang atau belum di pahami menjadi lebih paham sehingga mendorong siswa untuk lebih banyak memahaminya.

Strategi untuk memberi motivasi belajar ekstrinsik antara lain memberikan tes pada setiap akhir pembahasan topik tertentu dan secepatnya mengoreksi dan mengembalikan pekerjaan siswa. Ada baiknya jika pada pekerjaan siswa itu disamping nilai diberi komentar juga. Memonitor kemajuan dan memberi penguatan siswa yang mempunyai motivasi belajar instrinsik merupakan motivator ekstrinsik yang meningkatkan motivasi instrinsik tersebut.
Hal-hal yang dapat menimbulkan motivasi ekstrinsik adalah sebagai berikut :
-Ganjaran
Ganjaran adalah alat pendidikan represip yang bersifat positif. Adapun yang termasuk ganjaran, antara lain :
-Pujian,
yaitu ganjaran yang berupa kata-kata atau dengan bahasa isyarat seperti menujukkan ibu jari, menepuk tangan, menepuk bahu.
Hadiah,
yaitu ganjaran yang berbentuk pemberian suatu barang.
Tanda penghargaan, yaitu ganjaran yang tidak dinilai dari kegunaan barang, melainkan dinilai dari kesan atau kekangenannya.
Hukuman,
yaitu tindakan yang dijatuhkan kepada anak secara sadar dan sengaja sehingga menimbulkan nestapa. Dan dengan adanya nestapa itu anak akan menjadi sadar akan perbuatannya dan berjanji di dalam hatinya untuk tidak mengulanginya.

Agar siswa dapat meraih prestasi puncak dalam belajar, guru dapat membangkitkan dan memberi motivasi yang memusatkan pada kebutuhan aktualisasi diri dengan mendorong siswa berprestasi. Perlu dimotivasikan pada siswa bahwa setiap individu pada hakekatnya mempunyai kemampuan untuk berprestasi di atas kemampuan orang lain. Setiap orang harus mempunyai dorongan utnuk lebih baik dari yang lain. Perlu ditanamkan pada kondisi yang kompetitif yang sehat bagi anak didik.
Dalam pemberian motivasi ini, peran guru amat penting. Pendekatan-pendekatan terhadap anak didik harus dilakukan terus menerus, harus dibangun keterbukaan antara guru dan siswa. Guru harus mampu berperan sebagai kawan kepada anak-anak didiknya. Pada sisi lain, perlu pula ditumbuhkan suasana akrab dan kompetitif diantara siswa dengan guru. Paradigma lama bahwa guru serba tahu, pemegang otoritas tunggal, segala sumber kebenaran haruslah ditinggalkan. Upayakan siswa bisa terbuka terhadap guru sehingga guru dituntut pula untuk bisa mendengar keluh kesah siswa tanpa berpretensi mengadili. Apabila terjalin keakraban antara siswa dan guru, tentulah upaya-upaya pemberian motivasi bisa terjalin lancar dan menampakkan hasil yang bagus.

Nah semoga tulisan ini bermanfaat....

3 komentar:

  1. Untuk Meraih Sukses Tentu tak semudah membalikkan telapak tangan....ia harus cerdas, kreatif dan innovatif dan terus belajar, dan belajara...thanks

    BalasHapus
  2. Numpang promo..Raih Jutaan Rupiah...Modal 50 Rupiah saja

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan pesan disini, tapi hindari spam ya...
Pastikan URL Anda tidak broken sebab penulis akan selalu mengunjungi Anda.
Terima kasih atas saran dan kritik Anda

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...