KETIK DISINI UNTUK MENCARI

13 Mar 2016

Mengenal Muhammad bin Musa al-Khawarizmi, Bapak Aljabar Asal Uzbekistan



Muhammad bin Musa al-Khawarizmi biasa disebut Al-Khawaritzmi adalah seorang ahli matematika, astronomi, astrologi. Beliau lahir sekitar tahun 780  Masehi di Khwarizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun850 Masehi di Baghdad Irak.
Selama hidupnya, Al-Khawarizmi bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan  di Baghdad, yang didirikan oleh Khalifah Bani Abbasiyah Al-Ma'mun, tempat beliau belajar ilmu alam dan  matematika, termasuk mempelajari  terjemahan manuskrip Sanskerta dan Yunani.. Kontribusi Al Khawarizmi tidak hanya  berdampak pada matematika saja, tetapi  juga dalam kebahasaan. Kata algoritma  diambil dari kata  Algorismi, pelatinan  dari nama Al-Khawarizmi. Nama Al-Khawarizmi juga di serap dalam bahasa  Spanyol  Guarismo dan dalam bahasa  Portugis,  Algarismo yang berarti digit. Di Inggris menggunakan istilah algoritm, sedangkan di Spanyol guarismo, dan algarismo di Portugal.

Kata Aljabar berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam buku beliau yang berjudul “al- Kitab al-mukhtasar    hisab al-jabr wa'l-muqabala”  atau "Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapakan dan Menyeimbangkan” yang ditulis pada tahun 820 Masehi. Buku pertama Al Khawarizmi yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dikenal sebagai Liber algebrae et almucabala oleh Robert dari Chester (Segovia, 1145) dan juga oleh Gerardus dari Cremona pada abad ke-12.

Karena pengaruhnya yang besar di bidang aljabar, Al Khawarizmi dijuluki sebagai Bapak Aljabar. Namun, julukan itu diberikan pula pada Diophantus, seorang ilmuwan dari Yunani kuno.  Al-Khawarizmi diperkirakan meninggal sekitar 850 Masehi. Namun, karya-karya besarnya masih terus berkembang dan banyak dipelajari hingga saat ini.

Tauladan yang bisa diambil dari seorang Al Khawarizmi antara lain:
1. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi tentang ilmu pengetahuan, sehingga bisa  menemukan karya-karya yang dikenal dan bermanfaat bagi banyak orang.
2. Masalah yang rumit bisa diselesaikan asalkan kita mau berusahan dengan sungguh-sungguh. Seperti Al Khawarizmi yang memecahkan masalah aljabar dengan menyederhanakannya.

Meskipun beliau sudah meninggal, namun karya karya beliau, khususnya tentang aljabar masih dikenal hingga saat ini.

Postingan disalin dari : Buku Paket Matematika VIII, Kemendikbud RI Tahun 2015

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan pesan disini, tapi hindari spam ya...
Pastikan URL Anda tidak broken sebab penulis akan selalu mengunjungi Anda.
Terima kasih atas saran dan kritik Anda

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...