IKLAN

HELLO..

HELLO.....WELCOME TO THE SECRET OF MATHEMATICS ...BLOG PEMBELAJARAN MATEMATIKA INI DIPERSEMBAHKAN BAGI ANDA YANG INGIN SUKSES ....SALAM SUKSES ...SUKSES ANDA SUKSES KITA SEMUA......CERDAS KREATIF DAN INOVATIF MODAL KESUKSESAN KITA

Sep 27, 2017

Pada 2020, Tak Ada Lagi Pelajaran Matematika di Negara Ini, nah lho...

Matematika adalah pelajaran yang selalu ada di setiap kurikulum, dari tingkat SD sampai SMA, bahkan hingga tingkat perguruan tinggi.               Bahkan Matematika menjadi salah satu mata pelajaran menakutkan bagi siswa di Indonesia.
Tinta merah acap kali tersemat di rapor akibat bidang studi penuh angka tersebut ( Haris Prahara, edukasi kompas dot com )
Banyak orang merasa kesulitan belajar matematikaMindset bahwa matematika itu momok sudah menyebar kemana-mana. Matematika harus diakui adalah sebuah pelajaran yang relatif sulit, namun apabila kita memahami prinsip-prinsipnya, maka kita akan bisa belajar matematika dengan baik.
Bagaimana kalau pelajaran Matematika ditiadakan ?
Jika pelajaran Matematika dihilangkan, di Indonesia tentu banyak masalah karena jutaan guru matematika akan menganggur...
Nah kalau di negara ini pelajaran Matematika dihilangkan, tentu sangat menarik untuk disimak
Berikut postingan lengkap yang penulis lansir dari kompas dot com
Baca selengkapnya
Matematika menjadi salah satu mata pelajaran menakutkan bagi siswa di Indonesia. Tinta merah acap kali tersemat di rapor akibat bidang studi penuh angka tersebut.
Hasil riset Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) pada 2015 mengonfirmasi rendahnya penguasaan Matematika pelajar Indonesia. Negara berpenduduk lebih dari 250 juta orang ini hanya berada di peringkat ke-45 dari 50 negara yang disurvei.
Sebagaimana diwartakan harian Kompas (Kamis, 15/12/2016), dibutuhkan pendekatan baru untuk menggenjot minat pelajar Indonesia terhadap pelajaran Matematika.
“Siswa harus dibiasakan berlatih soal-soal non-rutin, belajar dengan alat- alat peraga, lalu guru mengembangkan metode pembelajaran serta penilaian bernalar,” ujar Rahmah Zulaiha, peneliti Pusat PenilaianPendidikan, Badan Litbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Segala upaya perbaikan yang dilakukan tentunya butuh waktu untuk menikmati hasilnya. Mendongkrak kualitas pendidikan bukanlah proses instan, tak dapat sekejap mata.
Berbicara mengenai peningkatan kualitas pendidikan, utamanya terkait kemampuan siswa dalam memahami pelajaran Matematika, Indonesia seyogianya dapat berkaca pada Finlandia. Negara itu dipandang sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.
Keunggulan pendidikan Finlandia antara lain tercermin dari tingginya kualitas tenaga pengajar dan pola pengajaran kontekstual oleh guru.
Nah, jika ingin anak Anda terdepan dalam hal pendidikan, mungkin ada baiknya Anda berpikir untuk menyekolahkan mereka ke negeri tersebut.
Sebagaimana diwartakan laman The Independent (Jumat, 20/3/2015), Finlandia segera mengubah konsep pengajaran menjadi metode kontekstual pada 2020 mendatang. Itu berarti tak ada lagi pengajaran berdasarkan subjek pelajaran, baik Matematika, Fisika, Kimia, maupun lainnya.
“Kondisi tersebut merupakan perubahan besar bagi pendidikan Finlandia,” ujar pejabat otoritas pendidikan Finlandia, Liisa Pohjolainen.
Pendekatan kontekstual itu memudahkan siswa dalam memahami suatu peristiwa maupun fenomena tertentu.
Misalnya, materi tentang cikal-bakal benua Eropa. Guru di Finlandia tak akan mengajar terfokus pada fakta sejarahnya saja, tetapi juga dihubungkan dengan aspek lainnya seperti hitungan jarak satu negara dengan negara lain, negara mana yang penduduknya paling banyak, dan lain-lain.
Tak monoton
Pola pengajarannya pun menjadi tidak bersifat kaku dan lintas topik. Guru-guru di Finlandia dituntut untuk mengajar dengan ceria dan sebisa mungkin selalu membawa alat peraga saat berada di kelas.
“Kami benar-benar ingin menata sistem pendidikan secara menyeluruh dan mempersiapkan anak-anak dengan keterampilan yang relevan dengan tantangan masa depan,” lanjut Liisa.
Sungguh sebuah negara impian untuk menempuh pendidikan, bukan?
Pertanyaan berikutnya yang mungkin hadir dalam benak adalah “Iya benar, akan sangat menyenangkan bila dapat sekolah di sana. Lantas, bagaimana dengan biayanya?”.
Kekhawatiraan akan besarnya biaya pendidikan untuk sekolah di luar negeri amatlah wajar. Hal itu telah menjadi pandangan umum di masyarakat.
Informasi ini tentu masih perlu riset atau pengkajian lebih mendalam dari pakar pendidikan di Indonesia. Sehingga peringkat Indonesia di bidang pendidikan menurut TIMSS akan meroket.
Bagaimana dengan Anda ?
Silahkan berkomentar....

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pesan disini, tapi hindari spam ya...
Pastikan URL Anda tidak broken sebab penulis akan selalu mengunjungi Anda.
Terima kasih atas saran dan kritik Anda

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...